Fasilitasi, Verifikasi dan Pembinaan Desa Terus Dikebut, Dinas PMD dan TPP Muna Barat Tetap Turun di Hari Libur, Persoalan Ketahanan Pangan Jadi Perhatian
LAWORO – Komitmen Pemerintah Kabupaten Muna Barat dalam melakukan pembinaan dan pendampingan kepada pemerintah desa terus berlanjut. Memasuki hari keenam pelaksanaan Fasilitasi, Verifikasi dan Pembinaan Pemerintahan Desa Tahun 2026, tim Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) bersama Tenaga Pendamping Profesional (TPP) tetap turun ke desa meskipun kegiatan berlangsung pada hari Sabtu, 8 Agustus 2026.
Pada hari keenam ini, tim mengunjungi Desa Kampobalano, Desa Lombu Jaya, Desa Waukuni, Desa Wakoila dan Desa Lemoambo sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Kegiatan tersebut tidak hanya difokuskan pada pemeriksaan dan verifikasi administrasi pemerintahan desa, tetapi juga menjadi ruang bagi pemerintah desa dan pengelola kegiatan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan program dan kegiatan desa, termasuk program ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa.
Harga Pakan Tinggi, Harga Jual Telur Ayam Ras Turun Drastis
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian tim adalah keberlanjutan usaha ayam petelur yang dikelola melalui BUM Desa di Desa Kampobalano dan Desa Waukuni.
Pengurus BUM Desa menyampaikan bahwa usaha ayam petelur saat ini menghadapi tekanan akibat tingginya harga pakan, sementara harga jual telur mengalami penurunan. Harga telur bahkan disebut telah turun hingga sekitar Rp43.000 per rak.
Padahal, menurut pengurus BUM Desa, harga telur pada kondisi normal biasanya berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp55.000 per rak. Dengan harga jual yang berada di bawah kisaran tersebut, pengelola usaha mengaku akan sangat kesulitan untuk memperoleh keuntungan karena harus menanggung biaya pakan, pemeliharaan, tenaga kerja dan biaya operasional lainnya.
“Biasanya harga jual telur berada di kisaran Rp50.000 sampai Rp55.000 per rak. Kalau harganya sudah di bawah itu, sangat sulit untuk mendapatkan keuntungan,” ujar salah satu pengurus BUM Desa.

Aktivitas usaha ayam petelur yang dikembangkan melalui program ketahanan pangan dari Dana Desa yang dikelola oleh BUM Desa Sogaito Mandiri Desa Kampobalano, Kecamatan Sawerigadi .
Kondisi tersebut berdampak terhadap kemampuan usaha dalam menutup biaya operasional. Tingginya biaya pakan yang tidak sebanding dengan harga jual telur menyebabkan margin usaha semakin tertekan. Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu panjang, keberlanjutan usaha ayam petelur yang dikembangkan sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa dikhawatirkan akan terganggu.
Menghadapi kondisi tersebut, pengurus BUM Desa Waukuni mengusulkan agar Pemerintah Daerah dapat memfasilitasi pelatihan pembuatan pakan ayam petelur secara mandiri bagi pengelola usaha maupun masyarakat desa.
Usulan tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan yang saat ini memiliki harga relatif tinggi dan menjadi salah satu komponen biaya terbesar dalam usaha ayam petelur. Dengan kemampuan membuat pakan secara mandiri, pengelola diharapkan dapat memanfaatkan bahan baku yang tersedia di daerah sehingga biaya produksi dapat ditekan.
Pelatihan yang diharapkan bukan hanya mengenai proses pembuatan pakan, tetapi juga mencakup pemilihan bahan baku, formulasi dan komposisi pakan sesuai kebutuhan ayam petelur, pengolahan serta penyimpanan pakan. Dengan demikian, pakan yang dihasilkan tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi dan kualitas yang diperlukan untuk mendukung produktivitas ayam.
BUM Desa Berharap Pasar Lokal Diperkuat
Di tengah tekanan harga tersebut, pengurus BUM Desa juga berharap Pemerintah Daerah dapat membantu membuka dan memperkuat akses pasar bagi telur yang dihasilkan oleh peternak lokal.
Salah satu harapan yang disampaikan adalah agar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayah Muna Barat dapat memprioritaskan penggunaan telur yang diproduksi oleh peternak dan pelaku usaha di daerah, sepanjang memenuhi persyaratan kualitas, keamanan pangan, kontinuitas pasokan dan ketentuan pengadaan yang berlaku.
Menurut pengurus BUM Desa, pemanfaatan produk telur lokal untuk memenuhi kebutuhan SPPG dapat menjadi salah satu alternatif pasar yang membantu menyerap produksi telur masyarakat. Dengan adanya pasar yang lebih pasti, usaha ayam petelur yang dikembangkan melalui program ketahanan pangan desa diharapkan dapat terus berproduksi dan berkembang.
Harapan tersebut juga dinilai dapat menciptakan keterkaitan antara program ketahanan pangan desa dengan penguatan ekonomi lokal. Produksi masyarakat tidak hanya berhenti pada kegiatan budidaya, tetapi dapat terserap melalui rantai pasok kebutuhan pangan di daerah.
Kadis PMD Nasir: Segera Ditindaklanjuti
Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Kepala Dinas PMD Kabupaten Muna Barat, Nasir, SKM., M.Si., menyampaikan bahwa berbagai persoalan yang dihadapi pengelola usaha ketahanan pangan akan menjadi perhatian pemerintah daerah dan segera ditindaklanjuti.
Nasir mengatakan, persoalan tersebut perlu dikoordinasikan dengan instansi terkait agar dapat dibahas secara bersama-sama dan ditemukan solusi terbaik.
“Persoalan yang dihadapi ini akan segera kami tindaklanjuti dengan melakukan koordinasi bersama instansi terkait agar dapat ditemukan solusi terbaik,” ujar Nasir.
“Bupati Muna Barat terus mendorong pengembangan potensi di sektor peternakan sebagai salah satu program prioritas daerah, dan beliau sangat memahami betul bahwa untuk menghidupkan sentra peternakan perlu didukung dengan ketersedian pakan yang cukup dan stabil. Beliau bahkan sudah pernah membangun komunikasi dengan produsen pakan ternak agar bisa membangun pabrik di daerah kita. Bahkan Pemnerintah Daerah siap memfasilitasi penyiapan lahan jika pengusaha pakan ingin berinvestasi di Muna Barat,” lanjut Nasir.
Koordinasi lintas sektor diharapkan dapat menghasilkan langkah yang tidak hanya menyelesaikan persoalan pemasaran dalam jangka pendek, tetapi juga menjawab persoalan biaya produksi, termasuk kemungkinan pengembangan kapasitas masyarakat dalam memproduksi pakan ayam secara mandiri.
Dalam konteks tersebut, keberadaan SPPG diharapkan dapat menjadi salah satu bagian dari rantai pasar produk pangan lokal, tentunya dengan tetap memperhatikan ketentuan pengadaan, standar mutu, keamanan pangan dan kebutuhan pasokan yang berlaku.
Sementara itu, fasilitasi pelatihan pembuatan pakan dapat menjadi salah satu alternatif intervensi untuk membantu pengelola usaha mengurangi biaya produksi dan meningkatkan efisiensi usaha ayam petelur.
Program ketahanan pangan desa pada akhirnya diharapkan tidak hanya menghasilkan kegiatan produktif, tetapi mampu berkembang menjadi usaha ekonomi yang berkelanjutan, menciptakan perputaran ekonomi di desa dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pembinaan Tidak Hanya Soal Administrasi
Selain persoalan ketahanan pangan, kegiatan Fasilitasi, Verifikasi dan Pembinaan Pemerintahan Desa Tahun 2026 juga mencakup berbagai aspek penyelenggaraan pemerintahan desa, mulai dari perencanaan, pengelolaan keuangan desa, pelaksanaan kegiatan, administrasi pemerintahan hingga pelaporan dan pertanggungjawaban.
Tetap dilaksanakannya kegiatan pada hari Sabtu menunjukkan komitmen Dinas PMD bersama TPP untuk memastikan pembinaan dan pendampingan kepada pemerintah desa terus berjalan sesuai jadwal.
Memasuki hari keenam, kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa proses pembinaan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi, tetapi juga berupaya menangkap berbagai persoalan nyata yang dihadapi desa dalam mengelola program dan kegiatan.
Dari desa, berbagai persoalan tersebut dihimpun untuk menjadi bahan evaluasi dan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan perangkat daerah maupun instansi terkait.
Dengan demikian, fasilitasi, verifikasi dan pembinaan diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan dokumen, tetapi benar-benar menjadi instrumen untuk menemukan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah desa dan masyarakat dalam menjalankan pembangunan dan pemberdayaan ekonomi desa.
Editor: PIC Media Informasi dan Publikasi TPP Muna Barat



0 Response to "Fasilitasi, Verifikasi dan Pembinaan Desa Terus Dikebut, Dinas PMD dan TPP Muna Barat Tetap Turun di Hari Libur, Persoalan Ketahanan Pangan Jadi Perhatian"
Posting Komentar